Pages

Saturday, November 30, 2019

Menakar Peluang Timnas Indonesia U-22 Lolos dari Grup B SEA Games 2019

Jakarta - Timnas Indonesia U-22 berharap untuk bisa lolos dari Grup B SEA Games 2019. Namun beberapa skenario masih bisa terjadi karena Garuda Muda baru bertanding dua kali.

Timnas Indonesia U-22 tergabung di grup berat. Tanpa mengesampingkan Laos dan Brunei Darussalam, tiga tim lainnya, yakni Thailand, Singapura, dan Vietnam punya peluang besar untul lolos.

Anak asuh Indra Sjafri untuk sementara duduk di tangga kedua klasemen Grup B cabor sepak bola. Itu diraih usai dua kemenangan beruntun atas Thailand dan Singapura dengan skor identik 2-0.

Vietnam menduduki singgasana Grup B juga berkat dua kemenangan. Trieu Viet Hung dkk. sukses melibas Brunei 6-0 pada laga perdana dan membantai Laos 6-1 pada laga berikutnya.

Singapura singgah di posisi keempat dengan koleksi satu poin. Sementara Thailand berada di tangga ketiga dengan raihan tiga poin hasil dari satu kali menang dan satu kali kalah.

Semua tim masih menyisakan tiga pertandingan lagi. Berikut ini hitung-hitungan peluang Timnas Indonesia U-22 untuk lolos ke semifinal SEA Games 2019 Filipina cabor sepak bola.

2 dari 4 halaman

Raih Kemenangan atas Vietnam

Setelah melewati hadangan Thailand dan Singapura, Vietnam bisa jadi adalah lawan terberat Timnas Indonesia U-22. Kemenangan bisa membawa Egy Maulana Vikri dkk. memiliki kans besar untuk lolos dari Grup B.

Jika berhasil meraih kemenangan, Indonesia akan mengoleksi sembilan poin. Sementara itu, Vietnam akan tetap turun ke posisi kedua dengan raihan enam poin.

Setelah itu, Timnas Indonesia U-22 seharusnya bisa mengalahkan Brunei dan Laos, sehingga Garuda Muda akan mengoleksi 12 poin. Anak asuh Indra Sjafri pun bakal lolos sebagai juara grup.

3 dari 4 halaman

Jika Kalah atau Imbang Kontra Vietnam

Skenario terburuk yang bisa terjadi adalah Timnas Indonesia dikalahkan Vietnam. Peluang Indonesia tentu mengecil.

Pada pertandingan lainnya, Thailand akan bersua Singapura. Kedua tim secara kualitas bisa dibilang sama. Namun, jika Thailand sanggup memenangi pertandingan, maka perolehan poin akan sama, yakni enam.

Setelah itu, Timnas Indonesia U-22 dan Thailand tinggal bersaing di agresivitas gol. Saat ini, Indonesia masih tertinggal satu gol dari Thailand. Jika poin sama, maka Thailand berhak menggeser Indonesia, sebab perhitungannya adalah selisih gol.

Indonesia memiliki agresivitas empat gol, sementara Thailand lima gol. Itu tak lepas dari kemenangan telak Thailand atas Brunei Darussalam 7-0.

4 dari 4 halaman

Diuntungkan karena Thailand Bermain Lebih Awal

Timnas Indonesia U-22 beruntung karena Thailand akan lebih dulu bermain kontra Singapura. Apa pun hasilnya, Indra Sjafri bisa mempersiapkan tim dan menerapkan strategi lebih awal.

Jika Thailand menang lawan Singapura, maka Indra Sjafri wajib menerapkan strategi yang lebih ofensif demi mengejar kemenangan. Sebaliknya, jika Thailand imbang atau kalah, ia bisa menyiapkan skema permainan yang lebih bijaksana.

Apa pun itu, tentunya suporter Indonesia ingin melihat tim kesayangannya menampilan permainan terbaik pada laga nanti. Status juara grup merupakan langkah terbaik yang perlu dicapai pada SEA Games 2019 ini.

Disadur dari: Bola.com (penulis Gregah, editor Wiwig, published 30/11/2019)

Let's block ads! (Why?)

from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2szxaP5

BPIP: Jangan Beri Izin Ormas yang Tolak Pancasila Dasar Negara

Liputan6.com, Jakarta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono menegaskan organisasi masyarakat (ormas) yang bertentangan dengan Pancasila jangan diberikan izin.

"Kami sangat setuju semua ormas yang tidak memposisikan Pancasila sebagai dasar negara atau bertolak belakang dengan Pancasila tidak diperbolehkan," ucap Hariyono  di Banyuwangi, Jatim, dikutip dari Antara, Sabtu (30/12/2019).

Menurut dia, jika ormas yang bertentangan dengan Pancasila itu diberikan izin maka persatuan bangsa Indonesia akan terganggu.

"Kalau diperbolehkan persatuan bangsa kita bisa terganggu. Masa kita menunggu seperti (konflik) Suriah baru menerapkan peraturan perundang-undangan, juga ormas-ormas yang suka main hakim sendiri sehingga sering menimbulkan kegaduhan itu harus dibina lebih keras," tutur dia.

Hariyono tidak menunjuk satu ormas apa pun kaitannya dengan Pancasila tersebut.

"Intinya, kami sangat setuju kami tidak nunjuk ormasnya apa. Ormas apa pun yang kebetulan bertentangan dengan Pancasila atau mengancam eksistensi NKRI atau pun kebinekaan itu seyogyanya tidak diberikan izin," ujar Hariyono menegaskan.

2 dari 2 halaman

FPI Penuhi Syarat

Sebelumnya, Sekjen Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan mengatakan, Front Pembela Islam (FPI) sudah memenuhi persyaratan permohonan rekomendasi organisasi kemasyarakatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 14 Tahun 2019.

"Seluruh persyaratan yang diatur dalam PMA 14/2019 sudah dipenuhi FPI sehingga kami keluarkan rekomendasi pendaftaran ulang Surat Keterangan Terdaftar atau SKT-nya," kata M Nur Kholis, Kamis (28/11/2019).

Menurut dia, ada beberapa persyaratan yang diatur dalam PMA tersebut, antara lain dokumen pendukung yang mencakup akta pendirian, program kerja, susunan pengurus, surat keterangan domisili, dan NPWP.

Selain itu, FPI memenuhi persyaratan surat pernyataan tidak dalam sengketa kepengurusan atau dalam perkara pengadilan, surat pernyataan kesanggupan melaporkan kegiatan, dan surat pernyataan setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD NRI Tahun 1945, serta tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/34xX2c6